Atap adalah elemen terpenting dalam sebuah bangunan, mengingat peranannya sebagai pelindung rumah terhadap paparan panas, terpaan angin, maupun hujan. Untuk pemasangan atap sendiri harus dipadukan dengan rangka sebagai material penopangnya. Saat ini, ada beberapa material yang digunakan sebagai rangka atap, diantaranya kayu, baja hingga baja ringan untuk atap atau zincalum.

Dengan bobotnya yang ringan, zincalum dianggap sebagai pilihan rangka yang ideal untuk atap rumah. Meskipun demikian, ada beberapa hal penting yang harus dipertimbangkan sebelum menggunakan zincalum, diantaranya :

  1. Sesuaikan dengan Jenis Atap

Karena rangka atap dari zincalum memiliki bentuk yang fleksibel karena dapat dibentuk sesuai jenis atap yang diinginkan, banyak orang mulai mempertimbangkan penggunaan zincalum. Akan tetapi pembentukan rangka atap zincalum sendiri harus disesuaikan dengan bobot beban yang ditumpu. Karenanya buat jarak atau ukuran yang rapat antara material baja ringan untuk atap agar material tersebut dapat menopang beban secara sempurna.

  1. Sesuaikan dengan Jenis Bahan Atap

Walaupun Anda memakai rangka bahan zincalum, tidak berarti Anda hanya dapat memakai penutup atap berbahan metal saja. Anda justru diberi kebebasan memakai jenis bahan penutup atap apapun, seperti keramik, asbes, kaca, hingga beton. Anda bisa menyesuaikan pemakaian penutup atap sebab semakin berat beban penutup atap, maka zincalum yang digunakan pun akan semakin banyak.

  1. Kualitas Zincalum

Kualitas zincalum dapat dilihat berdasarkan nilai kuat tarikan. ZIncalum setidaknya mempunyai nilai kuat tarikan sebesar 550 Mpa, karenanya mampu menopang berbagai macam material atap dengan mudah. Perhitungan kualitas zincalum juga bisa memakai patokan SAE grade, dimana zincalum yang berkualitas terbaik mempunyai SAE grade sebesar 980. Harus diketahui bahwa semakin kecil tegangannya ini menunjukkan bahwa kuat tarikan zincalum semakin rendah, karenanya berpengaruh terhadap kekuatan menopang beban.

  1. Penguat Zincalum

Zincalum mempunyai bentuk lebih tipit daripada baja konvensional. Ini membuat material zincalum sendiri menjadi lebih fleksibel saat dipasangkan ke dalam berbagai model dan bentuk atap. Namun sifat zincalum yang tipis dapat berpengaruh terhadap kekakuan baja ringan untuk atap itu sendiri, sebab walaupun sangat kuat untuk menopang beban tetap saja bisa beresiko mengalami perubahan bentuk hingga roboh apabila pemasangannya kurang tepat.